Sensor heater (atau sensor suhu pemanas) berfungsi mengukur suhu air dalam drum selama siklus pencucian. Data suhu ini dikirim ke kontroler sehingga pemanas dapat dinyalakan atau dimatikan secara otomatis. Jika sensor tidak memberikan sinyal yang tepat, mesin akan menampilkan kode error yang biasanya berupa E5, E6, atau kode khusus merek tertentu.
Buka buku manual atau cari kode error pada internet dengan menyertakan tipe mesin (misalnya: LG F4V5VYP2T). Pastikan kode yang muncul memang berhubungan dengan sensor heater.
Pastikan stopkontak memberi tegangan stabil 220 V. Gunakan multimeter untuk mengukur tegangan pada colokan mesin.
Buka panel belakang atau belakang drum (sesuai petunjuk pabrikan). Periksa apakah kabel sensor terpasang kencang, tidak terkelupas, dan tidak ada korosi.
Cabut kabel sensor dari papan kontrol, kemudian gunakan multimeter pada mode ohm. Nilai resistansi biasanya berubah secara linear dengan suhu (misal 100 Ω pada 0 °C dan 900 Ω pada 100 °C). Jika nilai konstan atau tidak berubah, sensor kemungkinan rusak.
Jika ditemukan kabel longgar, pasang kembali dengan hati‑hati dan pastikan klem atau terminal terjepit kuat. Jika ada korosi, bersihkan dengan alkohol isopropil dan keringkan sebelum dipasang kembali.
Gunakan sikat lembut dan cairan pembersih khusus mesin cuci. Hindari penggunaan bahan kimia keras yang dapat merusak elemen sensor.
Jika hasil pengujian resistansi menunjukkan kerusakan, beli sensor pengganti yang sesuai dengan tipe mesin. Langkah umum:
Setelah pemasangan, jalankan program pencucian dengan suhu tinggi untuk memastikan sensor berfungsi.
Jika sensor dan kabel dalam kondisi baik, kemungkinan PCB yang gagal. Periksa visual adanya komponen terbakar atau bau hangus. Ganti papan kontrol hanya bila tidak ada cara lain.
Dengan mengikuti langkah‑langkah di atas, Anda dapat mengidentifikasi penyebab error sensor heater, memperbaikinya, serta mencegah terulangnya masalah serupa. Jika semua cara telah dicoba namun mesin masih menampilkan kode error, sebaiknya hubungi layanan purna jual atau teknisi bersertifikat.